JUARA 2 LOMBA MENULIS ARTIKEL PJJ

"Dalam Rangka HUT KE-75 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2020 Tingkat Kab. Semarang"

STUDY TOUR

"Study Tour Kelas 5 di JOGJA BAY"

LOMBA MAPSI TAHUN 2019

"Juara 1 Lomba MAPSI Cabang KTII Putra Tingkat Kab. Semarang"

I LOVE

"Gedung SDN Poncoruso"

FOTO BERSAMA

"GURU DAN KARYAWAN SDN PONCORUSO TAHUN PELAJARAN 2020/2021)"

Tampilkan postingan dengan label Blog Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blog Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2020

Pembelajaran yang asyik, seru dan menantang | BDR | Game Edukasi SD Negeri Poncoruso

MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF (MPI)

Penguasaan teknologi digital bukan lagi menjadi sebuah pilihan tetapi menjadi sebuah keharusan di Era Revolusi Industri 4.0. Dengan hiruk pikuk dunia pendidikan karena BDR saat ini, menuntut kita dalam penguasaan teknologi digital dan teknologi informasi baik guru, siswa, tenaga kependidikan serta orangtua siswa tanpa terkecuali.

Untuk mengurangi ketegangan siswa selama kegiatan BDR (Belajar Dari Rumah), kita perlu menghadirkan pembelajaran yang asyik, seru dan menantang. Salah satu aktivitas yang sangat digemari oleh siswa adalah bermain game. Lho kok bermain game? Tenang dulu,... tentu saja kita pilihkan dan dampingi game yang tetap mampu menambah kompetensi siswa yaitu Game Edukasi.

Berikut adalah beberapa game edukasi yang di desain menggunakan AS3 dan SAC3... sebuah karya guru SDN Poncoruso, walaupun masih sangat sederhana, semoga bermanfaat. Bagi yang ingin menggunakannya silahkan bisa langsung klik link di bawah ini:

1. Bermain Angka klik disini

2. Sistem Tata Surya klik disini

3. Bagian-Bagian Bunga klik disini 

4. Rangka Manusia klik disini

5.  Virus Covid-19 klik disini password: 523255

Belajar sambil Bermain, asyik bukan?

Game Edukasi lainnya di Rumah Belajar dapat pilih melalui laman https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame


Semoga bermanfaat 🙏

Senin, 16 September 2019

Woow !!! Ternyata, Catur Penumbuh Prestasi Akademik Siswa

Tayang di Koran Pagi WAWASAN_Senin Wage, 16 September 2019_halaman 2

"Catur Penumbuh Prestasi Akademik Siswa"


Oleh: Sujono Yusuf, S.Pd

Usia emas atau yang biasa disebut dengan golden age merupakan masa-masa yang paling penting untuk anak dan masa tersebut tidak mungkin untuk diulangi lagi. Pengoptimalan dalam mendidik anak harus dimaksimalkan sepenuh hati, jangan setengah-setengah baik oleh orangtua maupun guru untuk dapat menyerap sebaik-baiknya pelajaran di sekolah.

Meski sibuk berlatih, bermain, dan juga mengaji Padang (11) sapaan akrabnya, keterampilannya mengolah formasi bidak catur tidak mengurangi nilai pelajarannya di sekolah, justru menambah semangat belajarnya. Prinsip hidup ini tertanam kuat pada sanubari Padang, berkat didikan keras ayahnya, kesibukannya dalam berlatih catur yang banyak menguras energi itu, ternyata tidak mengurangi prestasi belajarnya untuk menjadi juara kelas. Kerasnya pola didikan dan pembinaan dari orangtua dan guru yang disiplin, kemudian membentuk wataknya agar tetap menjaga prestasi di sekolah.

Permainan catur sendiri dewasa ini bukanlah hanya permainan pengisi waktu santai, akan tetapi permainan catur adalah salah satu jenis permainan pikiran yang banyak sekali kejuaraannya. Artinya jika seseorang menguasai permainan catur maka dapat mengukir prestasi yang tinggi dari olahraga catur tersebut. Grand Master (GM) merupakan sebutan untuk seorang juara catur yang telah tercatat secara global.

Muhammad Padang Pinayungan nama lengkapnya, siswa kelas 5 SDN Poncoruso Kecamatan Bawen tempat penulis mengajar, adalah salah satu dari puluhan peserta yang beradu strategi pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN-XII) SD/MI Cabang Olahraga Catur Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019, yang akhirnya sukses meraih Juara 1 Cabor Catur Putra yang diikuti oleh atlet-atlet catur perwakilan dari masing-masing kecamatan di seluruh Kabupaten Semarang. Tahun sebelumnya, juga berhasil menjadi Juara 2 pada KEJURKAB Catur Putra Tingkat Kabupaten Semarang bulan September 2018.

“Olahraga catur adalah permainan yang identik dengan nilai filosofi yang sangat membantu perkembangan kecerdasan anak,” ujar Didie Yunanton, S.Pd.,WNP.,PD wasit pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN-XII) SD/MI Cabang Olahraga Catur Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019 tersebut. Bermain catur mengajarkan pada anak untuk memperhitungkan setiap langkah atau keputusan yang diambil. Berfikir itu tidak boleh hanya untuk satu langkah saja, tetapi juga harus lebih berpikir jauh ke depan.


Skak Mat

Di tahun yang sama pula, Padang bersama dua temannya mewakili SDN Poncoruso berhasil sukses meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat LCC (SD/MI) Tingkat Kecamatan Bawen, yang dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2019. Itulah salah satu bukti bahwa olahraga catur dapat membantu perkembangan kecerdasan anak. Berikut adalah manfaat besar mengenalkan permainan catur kepada anak seperti yang dilansir oleh sheknows.com.

Pertama, berpikir kritis. Bermain catur memerlukan keterampilan berpikir kritis. Anak harus bisa berpikir beberapa langkah ke depan sebelum pindah. Kadang-kadang sebagai orang tua, kita memanjakan anak dan berpikir untuk mereka. Jika kita memiliki masalah untuk menarik sikap kita yang sudah terlanjur demikian, ajarilah mereka bermain catur yang akan membuat mereka belajar dan berpikir sendiri.

Kedua, meningkatkan kemampuan otak. Ada sesuatu yang disebut dandrit otak yang tumbuh pesat ketika anak terlibat dalam permainan catur.

Ketiga, keterampilan hidup. Dengan catur, anak akan mengembangkan analitis, sitetis dan keterampilan untuk mengambil keputusan, yang dapat ia gunakan di kehidupan nyata.

Keempat, pemikiran yang tinggi. Catur mengharuskan pemainnya berpikir tingkat tinggi, membantu mereka menganalisis tindakan, konsekuensi dan memvisualisasikan kemungkinan masa depan.

Melihat olahraga catur merupakan cabang olahraga yang cukup bergengsi di kabupaten Semarang dan juga sesuatu hal yang sangat istimewa untuk dijadikan sarana mengukir prestasi. Khususnya di SDN Poncoruso Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Bawen tempat penulis mengajar, sedang mengupayakan olahraga catur menjadi salah satu ektrakurikuler di sekolah. Harapannya  adalah untuk melahirkan Grand Master-Grand Master (GM) kecil Indonesia di sekolah dasar dan meningkatkan minat bakat seluruh siswa.

FIDE (Federation Internationale Des Eches) adalah organisasi olahraga catur tingkat dunia, hingga kini telah mempunyai anggota sekitar 157 negara termasuk Indonesia. Sedangkan di Indonesia olaraga catur diwadahi oleh PERCASI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia). Utut Adianto, Susanto Megaranto dan Maria Luci Ratna Sulistya adalah atlet-atlet catur yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional.

Agar dapat bermain catur dengan benar maka perlu mengetahui langkah dari masing-masing buah catur. Bidak melangkah ke depan lurus petak per petak kecuali di lapangan sendiri boleh dua langkah dan memukul lawan dengan posisi serong. Kuda melangkah seperti huruf (L), gajah melangkah selalu diagonal sesuai warna petak yang ditempati, benteng melangkah lurus baik vertikal atau horizontal, menteri bebas melangkah sedangkan raja bebas melangkah tetapi hanya petak per petak.

Secara sederhana peralatan olahraga catur sebenarnya hanya membutuhkan papan catur dan buah catur, sudah cukup untuk berlatih. Prinsip dasar bermain catur adalah membuat raja lawan tidak dapat bergerak atau mempunyai ruang gerak lagi karena semua jalur sudah dikuasai pihak lawan, dalam istilah catur  “Skak Mat”.

Sebelum anak menekuni olahraga catur secara nyata maka perlu diadakan sosialisasi permainan catur kepada anak-anak tingkat sekolah dasar secara sederhana agar anak mengenalinya, senang, tertarik dan akhirnya mau berlatih secara intensif.

Ektrakurikuler olahraga catur dapat secara rutin dilaksanakan setiap hari sabtu hari kegiatan pembiasaan siswa di sekolah sebagai pendukung pendidikan karakter.

Penulis, Guru SDN Poncoruso,
Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Rabu, 11 September 2019

ANTIK (Air Mancur Tanpa Tenaga Listrik)

Koran WAWASAN_Jumat Wage, 30 November 2018_halaman 4: https://issuu.com/koranpagiwawasan/docs/wawasan_20181130/4

Ketika Guru dan Siswa Saling Memadu Melodi
Oleh: Sujono Yusuf, S.Pd

Suara gemercik sebuah air mancur di taman merupakan sebuah pemandangan yang dapat menciptakan suasana yang sejuk dan penuh ketenangan. Berbagai tipe model kolam air mancur dapat dibuat untuk menjadi salah satu solusi yang saat ini hampir digunakan oleh semua penggemar taman di tempat-tempat wisata, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan taman lainnya. Begitu indah, nyaman dan menyejukkan  jika air mancur tersebut selalu dapat kita nikmati setiap saat.

Pemandangan di sekitar kita, bisa menggugah kita untuk berkreasi. Di sekolah tempat penulis mengajar __SDN Poncoruso Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang__ seorang siswa bernama Galih Sandi Pamungkas melakukan sebuah eksperimen, walaupun sederhana tetapi mengagumkan dan membanggakan sekolah dan tentunya orang tuanya. Anak ketiga dari tiga bersaudara tersebut membuat alat sederhana dengan menggunakan barang bekas botol air mineral, menciptakan pemandangan dan suasana menyejukkan yang tidak lagi mahal, yakni menciptakan alat “ANTIK” (Air Mancur Tanpa Tenaga Listrik). Hasil karyanya mendapat Juara 3 dalam Lomba KIR Kategori Tekhnologi Terapan Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2018.
 

Karya Galih, jika dirunut jalan ceritanya, langsung maupun tidak langsung pasti ada keterlibatan dari peran guru. Guru memang merupakan sosok penggali potensi. Pembimbing dan pelatih sekaligus pembentuk karakter. Sejalan dengan peran tersebut, guru selalu berupaya dalam mengembangkan daya pikir anak. Daya pikir akan berkembang secara maksimal jika potensi yang dimiliki siswa dikelola secara optimal. Daya pikir Galih, dan ketekunan seorang guru dalam menghasilkan sebuah karya diibaratkan seperti memadu melodi.

Walaupun berbagai macam tipe air mancur dengan sistem pompa listrik sebenarnya sudah banyak dijual di pasaran. Kita mudah, tinggal memilih sesuai selera dan kebutuhan akan hadirnya sebuah tetesan gemercik air di kolam sebuah taman. Tetapi di balik kemudahan tersebut adakah pertimbangan dan alasan lain seperti apa yang telah dilakukan oleh seorang siswa kelas 5 SD tersebut.

Dengan teori tentang materi sifat-sifat air yang ada di mata pelajaran IPA kelas 5, bukan tidak mungkin jika air mancur yang kita inginkan tidak lagi menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya, bukan tidak mungkin pula jika tidak menggunakan tenaga listrik maka kita tidak perlu mengeluarkan biaya. Untuk memudahkan pengontrolan dan menstranmisikan gaya yang besar melalui unit-unit yang kecil ternyata dapat dipadukan dari sistem hidrolik. Alat “ANTIK” karya siswa kelas 5 SD tersebut didasari dari adanya gravitasi bumi dan ditambahkan teori hidrolika. Dalam ilmu hidrolik kita mengenal perilaku air yang dapat berjalan melawan gravitasi apabila diberikan sesuatu yang mampu mendorong atau menarik air untuk menarik ke atas.

Memadu Melodi, pengembangan air mancur tanpa tenaga listrik perlu, untuk mendapatkan yang lebih sempurna atau sering disebut sebagai air mancur abadi. Guru dan siswa perlu selalu memadu melodi bagaikan instrumen musik yang dimainkan. Selalu melakukan eksperimen untuk mencoba, mencoba dan terus mencoba lagi. Selalu memadukan  teori dasar materi siswa SD dan daya pikir serta potensi yang dimiliki anak didik.

Bukan tidak mungkin pula jika air mancur abadi bisa dilakukan eksperimen lebih mendalam lagi untuk mengganti tenaga listrik energi alternatif. Di alam ini cara kerja air tersebut ada dalam sistem air hujan, dimana air menguap menuju ke atas lalu menggumpal menjadi awan di langit untuk kemudian turun kembali ke permukaan bumi dalam bentuk air hujan, kemudian menguap ke langit lagi begitu seterusnya. Dalam perkembangannya jika alat ini bisa dikembangkan dan bisa diproduksi secara masal sehingga air mancur yang kita inginkan tidak lagi menggunakan listrik sebagai sumber tenaganya, dan kita tidak perlu mengeluarkan biaya bulanan untuk membayar tagihan listriknya.

Bawaan dan sikap anak sangat beragam. Kepiawaian guru dalam mendidik sangat berpengaruh kuat terhadap corak dan watak anak. Segala bentuk dorongan dan motivasi yang diberikan guru berandil besar terhadap kesuksesan dalam mencapai tujuan. Pada dasarnya setiap anak memiliki bakat yang jika dikembangkan dengan seksama dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa. Potensi tersebut diharapkan menjadi bekal yang bermanfaat pada masa mendatang.

Ketika guru dan siswa saling memadu melodi menghasilkan sebuah karya yang membanggakan. Guru adalah pemandu yang sekaligus memadu antara keinginan, harapan dan kenyataan. Oleh karena itu pada saat yang sesulit apapun guru untuk mampu menghadirkan melodi yang menyejukkan ibarat memadu melodi bagaikan gemercik air mancur di taman.

Penulis: Guru Kelas 5 SDN Poncoruso Kecamatan Bawen